Seni dan Budaya

Cépét

 Cépét yaitu kesenian tradisional di desa watulawang yang dimainkan oleh 12 orang, dan memakai topeng raksasa. Rambutnya terbuat dari duk ( sabut pohon aren ) pemainnya mengenakan pakaian hitam, dan memakai sarung sebagai blebed dan di iringi oleh musik tradisional yaitu kentongan, jidur ( kendang gede ) dan drum bekas. Cepet atau oleh sebagian masyarakat di sebut juga dangsak sudah ada sejak tahun 1960-an yang di dirikan oleh Almarhum Bapak Parta Wijaya, dan turun temurun sampe sekarang.

Ada yang unik dari seni ini, yaitu pentas hanya setahun sekali, tepatnya pada perayaan 17 agustus. Dalam peringatan 17 agustus, cépét merupakan menu wajib yang harus di mainkan, mengiringi anak sekolah SD watulawang yang konvoi mengelilingi desa, bahkan sampai ke desa lain di Peniron.

Di saat mau pentas, para rombongan cépét biasanya sudah ngumpul pagi- di rumah Ketua rombongan ( bpk. Dawintana ) dan memakai seragam dan aksesoris perlengkapannya, kemudian rombongan berangkat untuk mengikuti upacara peringatan 17 Agustus di SD Negeri Watulawang, bersama rombongan kuda lumping dan anak –anak sekolah.

Kemudian di lanjutkan dengan konvoi, rombongan cépét selalu berada di depan, dan di ikuti rombongan anak sekolah, dan paling belakang rombongan kuda lumping.OLYMPUS DIGITAL CAMERA                OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di perjalanan kadang pemain cépét ini sudah ada yang kesurupan, dengan sautan suara yang menyeramkan, mereka mengerang- ngerang laksana raksasa, semakin menambah keseraman terutama bagi anak kecil yang melihat.

Sesampainya di lokasi, di bakarin kemenyan oleh sang pawang, terus mereka berjoged ( ngibing,jawa ) sesuai peran nya, dan kesurupan pun makin menjadi- jadi, suasana makin menyeramkan, dan mulai makan sesaji kumplit yang di sediakan di meja kusus tempat sesaji. Yang di makan pun serba aneh, daun papaya mentah, kembang, minyak wangi, kemenyan, dan makanan makanan lain, bahkan ada juga yang makan ayam hidup. Penonton juga kadang ada yang kesurupan, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. 

Bagi anda yang berminat menyaksikan pentas Cépét, datang saja ke Desa watulawang pada setiap 17 Agustus, karena kesenian ini hanya pentas pada hari itu. Atau yang mau mengetahui tentang kesenian cepet ini lebih jauh, silahkan datang ke Desa Watulawang, dan menemui Ketua nya yaitu bp. Dawintana, yang beralamat di RT. 06, RW 02, desa watulawang, kec. Pejagoan, Kab. Kebumen.

 

SEJARAH SENI CEPETAN

Seni Cepetan adalah tarian jogetan yang pemainnya menggunakan topeng/ Cepet dan diiringi musik tradisional. Topeng terbuat dari kayu dibentuk sedemikian rupa menyerupai buto/ raksasa dan mengenakan rambut panjang yang terbuat dari ijuk aren atau dalam bahasa Watulawang disebut Duk.

Jumlah pemain dalam kesenian ini ada 12 orang. Bentuk topengnya juga 12 macam, ada yang seperti buto galak, buto cakil, buto melet, buto ijo, kera, kantong bolong, kakek kakek dan putri, sehingga disebut juga sebagai “Cepet Rolas”.

Alat pengiringnya berupa 3 buah kentongan terbuat dari bambu dan satu drum bekas/ jerigen besi juga gamelan jawa.

Dalam setiap pentas seni cepetan ada yang selalu dinanti yaitu mendeman dimana semua pemain kerasukan roh halus menurut perannya masing masing sehingga mereka tidak sadar dan menari mengikuti irama musik pengiring. Tidak ketinggalan juga atau bahkan termasuk salah satu syarat dalam suatu pentas dalah “sajen”  atau sesaji. Sajen berupa rupa-rupa jajanan pasar, nasi tumpeng dan lauknya, macam-macam minuman tradisional, sambetan, kelapa hijau muda,bunga 7 rupa, pisang raja dan ambon, minyak wangi, kemenyan dan ayam hidup.

Sajen akan menjadi santapan para roh halus yang menyusupi para pemain, dan apabila ada salah satu yang kurang, biasanya menjadi masalah, dalam kesurupan menjadi sulit disembuhkan oleh pawangnya. Di akhir pentas para pemain yang kesurupan akan ditimbul yaitu disadarkan dari kesurupannya oleh sang pawang.

Seni cepetan sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Awalnya seni cepetan dikenal di wilayah Karang Gayam, Kebumen. Dahulu seni cepetan digunakan oleh para pejuang di wilayah Karang Gayam dan sekitarnya untuk menakut-nakuti penjajah. Karena memang bentuknya sudah menakutkan, seperti mahluk alasan atau gerombolan mahluk halus dari alas yang angker. Menurut cerita penjajah yang menjumpai rombongan ini akan lari terbirit birit. Karena rombongan ni dulunya bermarkas dihutan maka disebut juga “ Cepet Alas” yang maknanya epet yang berasal dari hutan.

Kesenian ini mulai masuk di Desa Watulawang pada masa Kemerdekaan Republik Indonesia, dan mulai resmi berdiri pada tahun 1958. Pelopor pendirinya adalah mbah Partawijaya dan dibantu oleh Mbah Sandi Kebon. Kesenian ini dilestarikan dengan cara dimainkan pada setiap peringatan kemerdekaan RI sebagai penghormatan kepada jasa-jasa para pejuang dan kemudian berkembang pada acara-acara desa lainnya seperti peresmian, syukuran panen dan lain-lain. Dalam setiap pentas selalu diadakan pawai/ arak-arakan keliling desa. Musik yang digunakan hanya kentongan dan drum, sedangkan kalau sudah sampai arena pentas biasanya disambung dengan gamelan.

Sampai saat ini minat masyarakat Watulawang dan sekitarnya untuk menyaksikan pentas seni cepetan sangatlah tinggi, terbukti setiap ada pementasan selalu ramai dipenuhi penonton.

Pada akhir masa kepemimpinan mbah Parta, kesenian ini mulai kurang terurus karena beliau sudah tua, topeng pun sudah mulai rapuh. Namun penggantinya sigap dalam membenahi masalah ini adalah mbah Dawintana sebagai ketua sekaligus sesepuh pengganti rombongan mulai memperbarui topeng-topeng yang rusak.

Pada pertengahan tahun 2013, mulai diadakan pembaharuan, mulai belajar tari tambahan, dan mulai ditanggap orang hajat, sehingga saat ini sudah mulai sering diadakan pentas seni Cepetan, dibanding jaman dulu yang hanya ada dalam setahun sekali.

Sekian ulasan dari kami, bila ada salah dan kurang pas nya,mohon maaf, dan di tunggu kritiknya.

Terima kasih

 

 


 

 

 

 

 Kuda Lumping / Ébég

 

Kuda Lumping atau bahasa populernya di watulawang adalah Ebeg adalah seni tradisional  seperti yang ada di daerah2 lain di Jawa. Untuk di Watulawang sendiri, seni kuda lumping masih sangat klasik, belum terjamah oleh seni modern, tapi justru yang klasik ini malah di mata masyarakat di lestarikan, karena itu warisan nenek moyang.

Seperti umumnya, kuda lumping di mainkan oleh 12 orang yang menunggang kuda memakai kostum ksatria, 2 orang memainkan barong,dan 2 orang lagi memakai topeng yang di sebut cepet dan penthul yang biasa ngelawak. Kuda disini bukan kuda beneran tapi kuda kepang, atau kuda lumping, yaitu  gambar kuda yang terbuat dari anyaman bambu, kemudian di bentuk menyerupai kuda, dan di beri warna. Musik yang mengiringi berupa seperangkat gamelan , dan di lengkapi juga dengan wawanggana atau sinden. Gending – gending yang di bawakan biasanya juga gending- gending klasik pada umumnya. Pada seni ini juga ada acara kesurupan, setelah mengiringi beberapa gending, biasanya di adakan janturan ( memasukkan roh halus pada para pemain ) sehingga para pemain kesurupan.  Dan satu persatu di sembur, atau di timbul agar tersadar dari kesurupan nya.

Dalam pementasan ini juga harus di sediakan macam macam sesaji di meja kusus sajen, untuk ngasih makan para roh halus yang masuk ke dalam tubuh para pemain.

Pementasan kuda lumping ini biasanya pada saat saat tertentu, yaitu pada tanggal 17 agustus, dan di hari – hari lain kalo ada yang nanggap. 

Untuk tarifnya cukup murah, dan permainan lumayan atraktif.

Bagi anda yang ingin menyaksikan pertunjukan ini, silahkan datang ke desa watulawang, pada tanggal 17 agustus, atau di hari – hari lain kalau pas ada undangan pentas.

Rombongan kuda lumping ini di ketuai oleh Bp. Karso, yang beralamat di dukuh Dungkul, RT 04, RW 01, Desa Watulawang, Pejagoan, Kebumen.

Dan yang berminat ngundang, silahkan menghubungi bp. Karso di alamat tersebut.

 

Sekian Ulasan dari kami, tidak lupa mohon maaf dan saran serta kritiknya.

Admin.

 

 

 

 

 

 

 

Wayang Kulit

 

Wayang kulit termasuk seni yang terpopuler dan paling elit, di antara seni – seni tradisonal lainnya. Wayang kulit atau wayang purwa merupakan budaya Jawa yang di wariskan oleh nenek moyang, sebelum ada wali di tanah jawa, seni wayang merupakan media untuk menyebarkan agama hindu, setelah wali songo masuk ke tanah jawa, maka di rubahlah, secara bertahap, dan menjadi media untuk menyebarkan agama islam pada waktu itu oleh para wali.

Wayang kulit pada umumnya mengambil cerita cerita Mahabarata dan Ramayana, juga ada pula yang mengambil dari Cerita panji sebagai lakon carangan ( bukan pakem ).

Di desa watulawang sendiri budaya ini mulai di tinggalkan generasinya, banyak generasi muda yang sudah tidak menyukainya, hanya para orang tua, dan sebagian kecil pemuda aja yang masih melestarikan. Basis  seni wayang di kecamatan pejagoan hanya terdapat di desa Watulawang, ada 5 dalang ( pemain wayang )  beserta group nya di desa ini, walupon desanya kecil, tetapi kaya akan seni budaya.

Pementasan wayang biasanya di tempat orang – orang punya hajat sebagai hiburan.

Di watulawang sendiri setiap tahunnya ada pementasan wajib, yaitu pada bulan suro yang biasa di sebut Ruwat Bumi, atau Merdi Bumi, atau sedekah bumi. Ruwat bumi yaitu pagelaran wayang kulit sehai semalam yang membawakan lakon tertentu yang tidak di mainkan di kesempatan lain. Pementasan ini biasanya cukup sacral, karena di percaya sebagai penumbal setan, dan sudah tradisi secara turun temurun. Menurut cerita kalau tidak di lakukan ruwat bumi, konon akan datang mara bahaya di desa tersebut, bisa berupa pageblug, serangan hama pada tanaman, penyakit pada manusia dan hewan, dan lain- lain.

 

Nama – nama dalang di Desa watulawang :

 

Nama Dalang

Alamat

No. telepon

Ki Hadi Suwarso

RT. 02, Rw 01, Desa Watulawang

 

Ki Suwarno

RT. 02, Rw 01, Desa Watulawang

 

Ki Wartun Sabdo Aji

RT. 02, Rw 01, Desa Watulawang

 

Ki Naryo Cetet

RT. 02, Rw 01, Desa Watulawang

 

Ki Sukardi

RT. 07, Rw 02, Desa Watulawang

 

 

Sekian ulasan dari kami, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

 

 

 

 

 

Angguk

 

Angguk di sebut juga menoreng, atau wayang orang. Dulu tahun 70 an seni ini sempat popular di watulawang, namun mulai meredup bahkan sampe bubar kelompoknya kira- kira tahun 80-an. Dan seni ini mulai muncul lagi pada tahun 97 an, dan sampe sekarang masih eksis. Angguk adalah seni wayang yang dimainkan oleh orang, ceritanya mengambil cerita babad umar maya dan amir ambyah.

Kesenian ini berpusat di dukuh Era, RT. 10, RW 02, Desa Watulawang dan di ketuai oleh Bp. Marwi.

Yang mau nanggap silahkan datang ke bapak marwi untuk ngundang, dan saksikan kepiawian pemuda watulawang yang berperan sebagai pemain nya. J

Sekian dan terima kasih.

56 responses

16 10 2008
Admin

Njaluk komentare, :)
kagem kanca – kanca liya, mbok ana sing pada, berarti nyong anu nyonto/ njiplak, hehehe, maap yaaa

22 10 2008
Wasim Pengaringan

ngomong2 soal angguk, q senenge nek agi na tarian2, pa maning sing nari cwe ayu2 maning, pa yah jenenge ndolalak pa pa..he..he..adine Gadi pa sih melu ngangguk kang

22 10 2008
Gareng Cilik

@ kang wasim, monggo pinarak
angguk pancen salah satu seni tradisional sing esih ana nang watulawang, :)
nek pemain e nyong dewek siki ora ngerti, aku wis suwe ora nonton angguk :D
adine Gadi kayane wis nduwe anak lohh, kaya kayane wis ora melu mbok, :)

27 10 2008
Gareng Cilik

kiye ulih – ulih bali wingi kang, tapi potone ora kumplit, maap

4 11 2008
dito06

halah aku malah tembe ngerti nang Watulawang ana angguk…….lakone juga pada karo nang Desa Logandu ya kang?

7 11 2008
Gareng Cilik

@ kang Sugi..
Seni angguk jane gemien wis pernah eksis juga, tapi karena orang2nya pada bubar transmigrasi, perkumpulan juga bubar dengan sendirinya.
Pada tahun 1995 -an di rintis lah kembali, dan cukup memasyarakat, hingga termasuk menjadi kesenian yang populer dan banyak di tanggap oleh kalangan sendiri, dan temapt2 lain di desa tetangga, bahkan sampai ke daerah jawa barat. tapi saat ini juga sudah mulai meredup yang di sebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : faktor ekonomi, karena jarang pentas, sehingga tidak ada pendapatan, kedua faktor dari para pemain sendiri yang pada meninggalkan desa watulawang, dan beberapa faktor lain nya.

22 11 2008
wiryo saputro

cepet nek nang nggonku memedi sing gelem ngumpetna bocah cilik

22 11 2008
Gareng Cilik

Kang Wiryo, sugeng Pinarak, niki kang Wiryo pundi nggih..
hehehhe kuwe tulin cepet medi, sing metune gagat esuk karo sendekala, :grin: dudu cepet akng, kuwe jenenge ” Medi Cepet ” :D

23 11 2008
Naufal

Kabeh tontonan kue menurutku sing menarik ya penontone. Nek akeh cewe sing ayu ya maen. Nek wayang ya sindene.

Apapun mari dukung pelestarian budaya kita.

Salut utk kang Gareng..

9 12 2008
Gareng Cilik

@ kang Naufal
siki kayane ora ana cewe sing gelem nonton lho,
cewe siki karepe wis kaya cewe kota, sing julukane “cewe bensin”
dadi nek niat nonton golet cewe kaya gemien jamane rika gelem ora klakon, malah kayane klamon ulih rada wis :D , apa maning tontonan tradisional kaya kuwe, ya mbuh angger tontonan sing mandan langka kaya dangdut dan semacamnya mungkin esih ana sing gumun.

10 12 2008
Suhar

Iya bener Kang, wis langka cewe gelem nonton. Mungkin krn sing cowo juga wis ora ana sing menarik ya?:-P
Krn sepi cewe itu aku siki males nonton. Hehe

11 12 2008
Gareng Cilik

jaman nyong cilik, angger nonton be wis tekan endi2, kegawa bujangan sing gede2… jaman gemiyen nonton esih usel2an, kakine, ramane, biyunge, ninine, bocah cilik, sing dengklang, sing ceang, alah pokoke kabeyan mangkat karna esih demen tontonan. trus biasane bujangan2 kuwe pada demen nang nggon petengan, mepet prawan ( soale biyunge si prawan kuwe nonton, mulane nyolong2, heheheheh )

26 12 2008
otong wtl

seni watulawang lumayan.soalnya aku pernah ikut kesenianya …….?
dulu tahun 2006-2007 ikut seni kuda lumping…….enak bisa nari tapi elek ..ha..ah…..a .selanjutnya…………………………..

26 12 2008
otong wtl

tapi untuk seni kekompakan tim kurang bagus………setau aku pernah ikut……

26 12 2008
otong wtl

ngebeg medhem rasane kaya kesetrum listrik ha…ha..ha

19 01 2009
francisc0 santoso/otong

wan agustus balik yu nyepet………..ha….ha…..ha

19 01 2009
francisc0 santoso/otong

Aku Wis Suwe Ora Nonton Cepet,,,,,Karo Ebeg,,,,,,,,,,Apamaning Wayang
Siki Dalang Sing Laris Sapa…………….?

20 01 2009
Gareng Cilik

aku nek mendem temenan urung tau ngrasakna tong, nyepet ya tau melu hehehheeh..
kuwe rika sing tau melu ngebeg mbok wis tau mendem temenan.
Agustus kan wulan Puasa mbok, ya tanggung, mending nunggu delam maning tong, badan bae balike

21 01 2009
Suhar

Dalang Watulawang sing siki laris ya Mas Wartun. Kanggone juga mandan adoh2. Wingi merdi bumi be kanggo nang Krangpoh trus nang Peniron.

Berita merdi bumi Peniron kr foto2ne ana nang gubug Peniron.

22 01 2009
Gareng Cilik

Wartun pancen mandan laris, pada waktu merdi bumi watulawang juga nganggo dalang wartun, aku jane ya nang watulawang, berhubung nyong lagi duwe hajat, ora bisa nonton hehehhehe… poto2 juga kemungkinan mas juni sing duwe, rung sempet njaluk..

15 03 2009
gilang

a yo konco konco aku di warahi uthak-uthik NET ben melu nguri uri kabudayan jowo yo….! aku durung iso carane nglebokake vidio nang kene…..umurku lagi seminggu hee..he ..he ! yo. diwarahi yo sopo wae sing ngerti aku ! oookEEEEY..!

18 03 2009
Gareng Cilik

monggo kang gilang :)
aku juga belum paham mengenai dunia maya :) hihihi ini cuman ikut2an meng ekspresikan isi hati aja kang..
klo aku pake widget vodpod,, :)
di dashboard truss widget vodpod mas,, :)
salam kenal yahh, dan terima kasih sudah mampir kemari…
oh iya ams gilang dimana yah ?

27 05 2009
sepsianto,Bjn,Dpk

walah mantep kang gareng apik kudune pancen wong wong desa sing nang kota sing kudu kreatip angger ngandalin Birokrasi boro boro pemerintah desa punya Blog/web lah wong Pemkot/PemKab saja kadang ora ana Web ini kemajuan yg luar biasa lewih lewih angger twerus update

28 05 2009
Gareng Cilik

Matur suwun dumateng mas Sepsianto,
sampun kerso mampir wonten mriki..
nderek tepang mas, sampeyan wonten pundi nggih ?
lan asale pundi ?
makasih buat motivasinya :)
saya bukan bermaksud apa2 ko mas, cuman pengin menuangkan apa yang ada dalam benak saya, tentang desaku :)

9 08 2009
Dui

Blog yang anda buat, sangat Informatif.
Salam dari http://www.sulang.wordpress.com

@ terima kasih pak.. salam kenal..

19 12 2009
Riomun

panga purane bae kiye kang gareng q jejel mlu mlebu bsa ora!!!

19 12 2009
Riomun

ngigih monggo sedulur…kto sami2 nguri2x budoyo jawi ingkang sampun dados budoyo kto..he..he..he…

25 12 2009
Gareng Cilik

kagn Demung sipp. mantapp, ayuh di ramek na

14 01 2010
Riomun

mongo…kang Gareng….sing penting guyub rukun bok….
@NB:nek bsa tambah maning koleksi fto2x kesenian ben mandan mantep deh…
nek bsa masukin vidio nya..bsa ga!!!!

@ kang Demung: Koleksi poto jane ya ana, tapi arep tek upload urung kober, juni mbok duwe potone
video aku ra duwe file e, ya ngesuk tek nggolet kang
makasih dukungane

31 01 2010
Jumadi

Angguk tumrap enyong kesenian daerah sing banget tek senengi, sekitar tahun 1977 nek ana angguk nang ngendi bae nonton.mangkate mlaku ngati 7km an.
siki manggon nng bandung kawit tahun 1980 nganti siki ora tau nonton angguk maning. kira2 tesih mungkin bisa nonton angguk

2 02 2010
sardiyanto

yoh weruh ebeg aku dadi kepengin mendem maning,kaya gemien jaman semana.

@ kang Sardiyanto : apa rika esiih teyeng ngebeg kang ? mbok wis kelalen lahhh

9 02 2010
Gareng Cilik

@ kang JUmadi.
monggo pinarak..
matur nuwun sampun kerso mampir, tapi panggenane kados niki kang..
nuwun sewu, sampeyan asale pundi nggih ? nderek tepang saking tiyang watulawang.
nek nang watulawang, angguk esih ana, tapi kayane wis jarang manggung juga
ngesuk nek ana angguk tek kabari kang, rika teka yaaa

3 03 2010
FRANCO MARZILLOVI SANTOSO

Ha….ha…..ha…..kuwe ada Demung komen….piye kabare…?
Joged disit mung ko rekan vio klip web gareng

23 03 2010
sabit

WAH BAGUS \
TENTU SEBUAH PROSES KREATIV UNTUK MENDOKUMENTASIKAN KEBUMEN

13 07 2010
gito_selakonten

ya..ya…ya..rame2 nguri2 tradisi adat istiadat..lan kabudayan,,nek ora awak dwek sapa maning sing peduli….smangat dan selalu tersenyum menjalin hubungan….

24 09 2010
ROSO

aku krungu siki jere ana rombongan ebeg maning nang dk pranji, apa bener ora……
aku kangen karo pentas cepet…..

25 09 2010
Gareng Cilik

kang Roso, iya bener…
mulane ngesuk badan bali ya ?

7 11 2010
wardi

kang badhe nanggap ebeg gih saged hubungi kulo … hehehee

18 11 2010
Gareng Cilik

Niku nggeh saged, mas Wardi puniko calon generasi peneruse mbah Karso, pimpinan grup kesenian, Turonggo Krido Budoyo, asal dukuh Kebayeman, Desa Watulawang – Pejagoan.

20 12 2010
irfan

nanggap ebeg 500 ribu bisa gak .??????

mangga kagn irfan, mengenai ebeg, tanya aja yang bersangkutan, tapi kayane urung bisa he he, paling ora sa sejutanan mbok

20 12 2010
irfan

nanggap ebeg 500 ribu boleh gak .?????

7 02 2011
Nasin Elkabumaini, M.Pd.

Dimas Gareng, kulo tiyang saking kidule dukuhipun Sugiyo, setengah kilo manjat, kulo saniki keluarga wonten Mbandung, nanging kulo saweg tugas wonten Kinabalu, Sabah Malaysia…salam kenal, lajeng bade pidatos, Deso watulawang meniko punapa ingkang wonten saindenging Gunung Condong Campur? Matur nuwun, informasinpun.

7 02 2011
Nasin Elkabumaini, M.Pd.

Nyuwun ngapunten, Dimas Gareng, kulo tiyang saking kidule dukuhipun Sugiyo, setengah kilo manjat, kulo saniki keluarga wonten Mbandung, nanging kulo saweg tugas wonten Kinabalu, Sabah Malaysia…salam kenal, lajeng bade pidatos, Deso watulawang meniko punapa ingkang wonten saindenging Gunung Condong Campur? Matur nuwun, informasinpun.

7 02 2011
Nasin Elkabumaini, M.Pd.

As. Nyuwun ngapunten, Dimas Gareng, kulo tiyang saking kidule dukuhipun Sugiyo, setengah kilo manjat, kulo saniki keluarga wonten Mbandung, nanging kulo saweg tugas wonten Kinabalu, Sabah Malaysia…salam kenal, lajeng bade pidatos, Deso watulawang meniko punapa ingkang wonten saindenging Gunung Condong Campur? Matur nuwun, informasinpun.

7 02 2011
Nasin Elkabumaini, M.Pd.

Sampurasun, kulo nuwun, Dimas Gareng, kulo tiyang saking kidule dukuhipun Sugiyo, setengah kilo manjat, kulo saniki keluarga wonten Mbandung, nanging kulo saweg tugas wonten Kinabalu, Sabah Malaysia…salam kenal, lajeng bade pidatos, Deso watulawang meniko punapa ingkang wonten saindenging Gunung Condong Campur? Matur nuwun, informasinpun.

11 01 2012
anak rantau

mas gareng,,,,la kesenian angguke esih apa ora kayong wis mandan sepi ,wonge pada pelit ra gelem nanggap mbokan

mas Pendi, nggih leres, rombongan angguk sak niki sampun bubar,,, salah satu faktor karena pemain sudah banyak yang pergi, dan mungkin sudah tidak ada yg bener2 peduli untuk memperjuangkan kelangsungan nya …

1 04 2012
Michael Risdianto

Salam, saya tertarik dengen kesenian cepet, ada nomer kontak group kesenian tersebut Pak? Terimakasih. Salam…

Mike – Jakarta

Terima kasih, ada pak..
bisa menghubungi saya 0812 84119988,
terima kasih

2 04 2012
Gareng Cilik

Untuk melihat klip sekilas videonya bisa di lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=bLbgaxDAwL4&list=LLfgxQ_vGzoHrIbGc7C73Edw&feature=mh_lolz

terima kasih

20 07 2012
persamaankuadrat

wah, topeng-topengnya kelihatan serem. tapi seru juga ……. sayang, aku belum pernah nonton kerajinan kayu

26 07 2012
Gareng Cilik

Silahkan menyaksikan pertunjukannya, besok pada Tanggal 22 Agustus 2012, di Desa Watulawang, Kec. Pejagoan, Kab. Kebumen – Jawa Tengah

26 11 2012
nyoman winartha

wartun, naryo dn dalang dalang lainnya, apa ka
bar

Kabar baik mas Nyoman
mangga rawuh dateng Dusun Watulawang

4 03 2013
aeryest

‘cakep banget wayangnya, walaupun kadang nda tau bahasanne, hehe

19 10 2013
kuncung

menawi badhe nanggap angguk reginipun pinten?

31 10 2013
Gareng Cilik

saged rawuh teng Desa Watulawang
utawi saged ngubungi nomor 0812 84119988

menawi babagan regi mangga sms/ telpon teng nomor punka
suwun

3 05 2014
Ari Setyawati

ada yang tau contact person kesenian cepetan?buat penelitian skripsi nih..
trims

silahkan hubungi kami di 0812 84 119988

4 05 2014
Gareng Cilik

silahkan hubungi di nomor 081284119988

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: